SLEMAN (MTsN 10 Sleman) Menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027, MTsN 10 Sleman menyelenggarakan kegiatan Uji Publik Dokumen Kurikulum Senin,( 22/6 2026). Bertempat di Ruang Kelas SBSN Lantai 2, acara berlangsung pukul 08.00 WIB s.d 12.00. Acara dihadiri oleh kepala madrasah, pengawas, komite, guru, pegawai, serta perwakilan orang tua dan murid. Hadir pula Plt Kasie Dikmad Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Tri Wahyuni, SPd.

Acara dibuka secara resmi oleh Gayatri, S.Pd., selaku pembawa acara, dan dilanjutkan dengan sambutan Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd.
“Selamat datang, Ahlan wa sahlan. Semoga kegiatan uji publik ini mendapatkan rida Allah SWT dan berjalan lancar. Dokumen kurikulum ini merupakan ‘kitab suci’ yang menjadi pedoman pelaksanaan operasional di MTsN 10 Sleman selama satu tahun ke depan,” ujar Paijo dalam sambutannya.
Plt Kasi Dikmad Kankemenag Sleman Tri Wahyuni, S.Pd. dalam arahannya mengapresiasi rampungnya penyusunan dokumen. “Setiap guru hendaknya memahami isi kurikulum dari Bab I hingga akhir agar visi madrasah dapat terlaksana dengan terpadu. Lebih lanjut, Tri Wahyuni memaparkan pemetaan siswa, bahwa mayorits siswa MTsN 10 Sleman berada pada kategori cerdas dan di atas rata-rata. “Untuk itu, kita harus memperhatikan pentingnya layanan optimal bagi anak , baik di dalam maupun di luar kelas (termasuk lewat dunia maya) “tukasnya.
Pemaparan inti dokumen kurikulum disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kurikulum, Haryanto, S.Pd. “Penyususnan dokumen ini mengutamakan kepentingan perkembangan peserta didik, “ujar Haryanto.
Lebih jauh dipaparkan bahwa kurikulum ditargetkan sebagai instrumen untuk mengarahkan murid menjadi manusia yang berkualitas, terdidik, beriman, bertakwa, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Dolumen kurikulum terbaru ini mengacu pada KMA 1503 Tahun 2025 dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning) yang mencakup tiga pilar utama: Mindful (Berkesadaran), Meaningful , dan (Bermakna) dan Joyful (Menyenangkan)
Khusus di lingkungan Kementerian Agama, diterapkan pula Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang mengusung konsep Panca Cinta, yaitu: Cinta Allah, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri Sendiri, dan Cinta Tanah Air.
Melalui analisis karakteristik madrasah dari aspek geografis, sosial budaya, SDM, sarana prasarana, hingga kondisi orang tua, MTsN 10 Sleman menetapkan visi: Mewujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an, Kompetitif, Peduli Lingkungan, dan Ramah Anak (Hormat-menghormati Sesama). “Untuk mendukung visi tersebut, madrasah mengandalkan tiga program unggulan, yakni Riset, Tahfiz, dan Digital, di samping program kokurikuler kolaboratif lintas disiplin dan gerakan Anak Indonesia Hebat, “tandas Haryanto.
Kegiatan uji publik berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi dari berbagai pihak dan steakholder madrasah
Teddi (Perwakilan Orang Tua & Anggota Polsek Salaman Magelang) menyatakan dukunganterutama program ramah anak dan anti-bullying. Ia mengingatkan madrasah untuk mewaspadai kenakalan remaja, tawuran, pencurian, dan narkoba. Ia menyarankan agar MTsN 10 Sleman resmi menyurat ke Polsek Ngaglik untuk menjalin kerja sama pembinaan berkala. “Waspadai penggunaan HP dan kendaraan bermotor yang menjadi pintu awal pergaulan bebas anak di luar kontrol, “tegas Teddi.
Sementara itu, Zaidan dan Jentayu (Perwakilan Murid) mengaku senang belajar di MTsN 10 Sleman, namun terkadang merasa penyampaian materi di kelas terlalu cepat dan menyarankan pembelajarann yang lebih bervariatif. Usulan senada didukung penuh Sargiyono (Guru) dan orang tua Zaidan, yang juga menyarankan pemberian PR yang aplikatif dan bermanfaat langsung di masyarakat.
Ketua Komite Drs. Muh. Qomaruddin, M.Pd. Ia berkomitmen mendampingi madrasah untuk memenuhi kebutuhan fasilitas komputer secara penuh tahun ini, agar pelaksanaan TKA (ujian akhir) tidak lagi dibagi menjadi 3 sesi. Ia juga memberi saran Humas untuk melacak sebaran alumni demi mendongkrak prestasi dan nama baik madrasah.
Dalam arahannya, Pengawas Madrasah, Asih Budiati, S.Pd., M.Sc.memberikan evaluasi dan arahan strategis. Ia menegaskan bahwa setiap skenario pembelajaran dalam mata pelajaran apa pun harus memberikan dampak nyata bagi siswa. Guru dituntut profesional dalam menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi tugasnya.
“Kemitraan antara pihak sekolah dan orang tua murid harus terus ditingkatkan. Kepala madrasah juga hendaknya rutin melakukan supervisi kelas dan Penilaian Kinerja Guru (PKG). Sebagai ASN, kita bekerja karena tanggung jawab. Mengajar itu bukan sekadar berhadapan dengan kertas, tetapi menghadapi manusia (murid) untuk berkembang bersama. Secara moral, tugas guru itu 24 jam penuh,” pungkas Asih.
Dengan terlaksananya Uji Publik ini, MTsN 10 Sleman siap melangkah di tahun ajaran baru dengan kurikulum yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik. (nsw)