Kemenag Sleman News (MTsN 10 Sleman) Memasuki hari keempat kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA), MTsN 10 Sleman menggelar kegiatan edukatif di luar sekolah dalam bentuk kunjungan museum. Kali ini, murid baru diajak melakukan kunjungan ke dua lokasi bersejarah di Yogyakarta, yaitu Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo, Kamis (17/7/2026). “Selain mempererat keakraban antarmurid baru, kegiatan bertujuan untuk mengenalkan sejarah bangsa, “ujar Insan Yudha Pranaata guru pendamping dan pengampu Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Rombongan murid beserta guru pendamping berangkat dari madrasah pada pukul 07.30 WIB dan tiba di Museum Benteng Vredeburg sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di lokasi pertama, peserta disambut hangat oleh pemandu museum yang siap menemani perjalanan sejarah mereka.
Di Museum Benteng Vredeburg, murid dipandu berkeliling melihat berbagai koleksi bersejarah. Mereka tampak sangat terkesan dengan diorama-diorama perjuangan yang ditampilkan secara apik di dalam ruang pameran.
Didampingi oleh pemandu, murid mendapatkan penjelasan mendalam mengenai alur sejarah Indonesia, khususnya peristiwa-peristiwa heroik yang pernah terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah puas berkeliling dan menyerap ilmu sejarah, para murid diberikan waktu jeda pada pukul 10.00 hingga 10.30 WIB. Waktu istirahat ini dimanfaatkan dengan baik oleh para murid untuk menikmati suasana asri di sekitar halaman museum, berfoto bersama, dan saling bercengkrama untuk mengenal teman baru mereka lebih dekat.
Perjalanan berlanjut setelah waktu istirahat usai. Murid berjalan kaki ke arah selatan sejauh kurang lebih 500 meter menuju Museum Sonobudoyo. Semangat para murid tidak pudar sedikit pun. Mereka justru semakin antusias ketika pemandu museum mengajak mereka melihat dari dekat berbagai benda bersejarah.
Di museum ini, terpajang rapi berbagai koleksi masa lampau, di antaranya ;Alat-alat memasak tradisional yang digunakan masyarakat Jawa zaman dulu, Persenjataan dan alat perang kuno yang sarat nilai historis., Koleksi kesenian dan kebudayaan masa lalu yang adiluhung.
Kegiatan luar ruangan ini bukan hanya sekadar perjalanan rekreasi biasa. Sebagai bagian dari proses pembelajaran yang aktif, seluruh murid diberikan Lembar Kerja Murid (LKM) yang wajib dikerjakan secara individu maupun kelompok.
Soal-soal dalam LKM tersebut berisi materi dan informasi penting yang telah disampaikan oleh para pemandu selama mereka berkeliling di kedua museum. Hal ini melatih fokus, daya ingat, dan kerja sama para murid baru.
Perjalanan edukatif hari keempat ini ditutup dengan berjalan kaki bersama menuju Masjid Agung Kauman Yogyakarta. Di masjid bersejarah tersebut, seluruh murid dan pendamping melakukan istirahat, menikmati makan siang bersama, dan diakhiri dengan menunaikan ibadah sholat berjamaah sebelum akhirnya bertolak kembali menuju madrasah.
Murid mengaku senang dan terkesan dengan rangkaian kegiatan kunjung museum tersebut. Dewa Zaki Ibrahim terkesan dengan koleksi wayang yang ada di museum Sono Budoyo. “Jadi tahu bentuk wayang dan nama tokohnya, “ujar Dewa.(iyp/nsw)
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para murid baru MTsN 10 Sleman tidak hanya membawa pulang keseruan, tetapi juga membawa pulang wawasan sejarah yang mendalam sebagai bekal awal menempuh pendidikan di madrasah. (iyp/nsw)