Sleman (MTsN 10 Sleman) Kabar gembira datang dari ajang kompetisi riset Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Di antara ribuan proposal dari seluruh Indonesia, tim riset MTsN 10 Sleman berhasil meloloskan dua proposal ke babak 30 besar tingkat nasional, Selasa (08/09/2026).
Tim OMI MTsN 10 Sleman yang berhasil lolos meliputi:
- Tim 1 (Kategori Ekoteologi: Integrasi Riset Keislaman dan Keilmuan): Beranggota M. Izzan Haqani, M. Arsyad Rasyid El Hakeem, dan Al Dhito Ikhlasul Amal. Tim ini mengusung judul “Rekonstruksi Pranata Mangsa Berbasis Ilmu Falak sebagai Kalender Adaptif Pertanian dalam Perspektif Ayat Kauniyah”.
- Tim 2 (Kategori Sustainable Development Goals/SDGs): Beranggota Gendhis Carla Janahara, Faeyza Eugeina Rabbani, dan Keola Zada. Tim ini mengusung judul “Jejak Mubazir Siswa dalam MBG: Audit Food Waste dan Determinan Perilaku di MTsN 10 Sleman”.
Pembimbing tim riset, Dani Baskara, menyatakan bahwa pemilihan objek penelitian didasarkan pada keaktualan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.
“MBG menjadi hal yang sering dibicarakan karena timbulnya permasalahan, terutama maraknya kasus makanan terbuang atau mubazir,” ujar Dani.
Anggota Tim 2, Gendhis, menambahkan bahwa mereka tergerak karena melihat banyaknya sisa makanan program MBG di sekolah. “Oleh karena itu, kami berusaha melakukan riset agar masalah tersebut dapat diatasi. Hasil riset ini nantinya akan kami sampaikan kepada pihak SPPG dan BGN untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Sementara itu, Tim 1 mengkaji integrasi kalender Hijriah berbasis ilmu falak dengan kearifan lokal. Penelitian ini berupaya merekonstruksi pranata mangsa melalui pendekatan ilmu falak dan data iklim untuk menghasilkan kalender adaptif pertanian yang kontekstual terhadap perubahan iklim saat ini.
“Hasil akhir dari riset ini diharapkan dapat menghasilkan kalender musim tanam yang mengintegrasikan pranata mangsa, ilmu falak, dan data iklim sebagai panduan pertanian yang lebih adaptif. Panduan ini memberikan informasi bagi petani dalam menentukan waktu tanam yang sesuai dengan perubahan pola musim, sekaligus menjadi alternatif strategi adaptasi pertanian yang selaras dengan nilai ayat kauniyah,” urai Dani lebih lanjut.
Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas capaian tersebut. “Alhamdulillah. Hebat, madrasah kita lolos dua proposal. Semoga sukses di tahap selanjutnya,” tutur Kepala Madrasah.
Untuk diketahui, Kompetisi Riset OMI Kemenag merupakan kategori kompetisi karya tulis ilmiah atau penelitian bagi siswa madrasah (jenjang MTs dan MA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Ajang ini merupakan bentuk transformasi dan peleburan dari kompetisi sebelumnya, seperti Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Adapun bidang yang dikaji dalam OMI 2026 meliputi Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi), Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.
Keberhasilan meloloskan dua tim dalam ajang bergengsi ini semakin mengokohkan keberadaan MTsN 10 Sleman sebagai Madrasah Riset, Tahfiz, dan Digital. (nsw)