Sleman (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman turut ambil bagian dalam memeriahkan stan pameran pendidikan pada ajang bergengsi Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI). Acara ini berlangsung selama dua hari, yakni 1–2 Juli 2026, bertempat di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam pameran ini, MTsN 10 Sleman hadir sebagai perwakilan dari Kapanewon Ngaglik.

Ada yang unik dari produk yang dibawa oleh MTsN 10 Sleman. Sekolah ini memamerkan karya batik cap yang proses pembuatannya memanfaatkan barang-barang bekas. Alat cap yang digunakan tidak terbuat dari tembaga seperti pada umumnya, melainkan dirakit dari limbah sekitar seperti kertas bekas, tripleks bekas, dan kayu bekas.
Inovasi kreatif ini dipelopori oleh Sargiyono, S.Pd., yang merupakan guru Seni Budaya di MTsN 10 Sleman. Menurut Sargiyono, ide ini membuktikan bahwa barang yang sekilas tidak bernilai bisa diubah menjadi karya seni yang berdaya jual.

“Dengan memanfaatkan limbah menjadi barang yang bernilai, ini membuka peluang dan ide baru untuk kreasi pemanfaatan limbah-limbah lainnya,” ujar Sargiyono di lokasi pameran.
Melalui keikutsertaan dalam pameran KPI 2026 ini, MTsN 10 Sleman menegaskan komitmennya untuk konsisten menyelenggarakan pendidikan yang selaras dengan prinsip ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah lain serta masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui jalur kreativitas. (iyp/nsw)