Sleman (MTsN 10 Sleman ) MTsN 10 Sleman menyelenggarakan kegiatan penarikan mahasiswa asistensi UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta. Acara berlangsung di ruang Kepala Madrasah pada Senin (15/6/2026). Kegiatan ini menandakan telah berakhirnya masa praktik lima mahasiswa, sekaligus momentum reflektif atas kontribusi dan pembelajaran yang telah terjalin selama tiga bulan.
Acara yang berlangsung selama 60 menit , dibuka dengan sambutan dari Kepala MTsN 10 Sleman Paijo, M.Pd, mengucapkan sugeng rawuh kepada bapak DPL Dudung Hamdun, M.Si. Hadir pula Waka kurikulum, guru pamong serta para mahasiswa UIN yang telah menjalani praktek di madrasah.
Dalam sambutannya, Dudung Hamdun, M.Si. selaku DPL, Program Asistensi Mengajar Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di madrasah sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik, pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
“Program Asistensi Mengajar tidak hanya menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi yang sinergis antara perguruan tinggi dan madrasah mitra” ujarnya.
Sementara itu, wakakur Bapak Haryanto menyampaikan pesan inspiratif kepada para calon pendidik. “Sebagai calon guru, impian terbesar bukanlah melihat murid yang sempurna, melainkan melihat mereka tumbuh menjadi pembelajar yang bahagia dan penuh semangat.,” Selama masa praktik, para mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan pedagogis, tetapi juga belajar memahami dinamika nyata di ruang kelas dan membangun relasi yang bermakna baik tentang perpustakaan , kokurikuler (perkemahan) dan persekolahan.
Salah satu mahasiswi, Novi Ramadani , mengungkapkan kesan mendalam selama menjalani program asistensi. “Banyak hal baru yang kami dapatkan di MTs dari real muridnya, keramahan dan kekeluargaan gurunya sehingga kami mendapatkan pengalaman yang luar biasa,” tuturnya.
Zumrotul Aslah, guru pamong MTsN 10 Sleman, menyampaikan kesannya terimakasih kepada UIN Suna Kalijaga yang telah mempercayai MTsN 10 sebagai tempat asistensi mengajar mahasiswa. Pengalaman memahami budaya sekolah, sistem pengelolaan pendidikan, karakteristik peserta didik, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran sebagai bekal menjadi seorang tenaga pendidik yang profesional ” ungkapnya. (zum)