SLEMAN (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman melaksanakan ibadah salat Jumat (10/04/2026). Salat Jumat diikuti guru , pegawai dan murid kelas 7,8, dan 9. Dalam kesempatan tersebut, Khatib Haryanto, S. Pd., menyampaikan pesan mengenai pentingnya memiliki sifat bijaksana melalui analogi benda padat dan cair. Sebelum khutbah dilaksanakan , Muadzin Elzash, siswa kelas IX C yang bertugas siang itu terlebih dahulu mengumndangkan azan.
Mengawali khutbahnya, Haryanto mengajak jemaah untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya secara konsisten.
Dalam materi intinya, Haryanto memberikan perumpamaan yang menarik perhatian jemaah. Ia membandingkan karakter manusia dengan dua unsur alam: batu dan air.
“Batu ketika saling bersentuhan akan saling sikut dan bergeser karena sifatnya yang padat. Ini adalah analogi bagi manusia yang memiliki hati dan pikiran yang keras. Mereka cenderung mudah bersinggungan dengan orang lain, terjebak dalam konflik, dan terus memunculkan masalah,” jelasnya di hadapan para jemaah.
Sebaliknya, ia menekankan agar umat Muslim meneladani filosofi air yang cair dan fleksibel. Sifat air yang mudah menyatu dan berbaur menjadikannya simbol toleransi dan kemampuan beradaptasi.
Lebih lanjut, Haryanto menjelaskan bahwa air memang bisa berubah suhu dan wujud, tetapi selalu kembali ke jati dirinya. Saat dipanaskan: Air akan mendidih, namun hanya sementara sebelum kembali ke suhu normal. Saat didinginkan: Air bisa membeku menjadi es, namun pada akhirnya akan mencair kembali ke wujud aslinya.
“Itulah gambaran manusia yang bijaksana. Ia pandai menyesuaikan keadaan, toleran, dan mau memberikan ruang bagi orang lain di tengah perbedaan,” tambahnya.
Menutup khutbahnya, Haryanto mengingatkan bahwa kehidupan di dunia sangatlah singkat. Beliau menekankan sebuah prinsip spiritual bahwa kemudahan dari Allah SWT akan datang kepada mereka yang juga memudahkan urusan sesama manusia.
Ibadah salat Jumat diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh jemaah diberikan kekuatan untuk melembutkan hati dan menjadi pribadi yang membawa kesejukan layaknya air dalam kehidupan bermasyarakat. (iyp/nsw)