Sleman (MTsN 10 Sleman)  Menyongsong tahun ajaran baru 2026/2027, MTsN 10 Sleman menyelenggarakan agenda pembinaan bagi guru dan pegawai, Senin (6/7/2026). Bertempat di Ruang Kelas Baru Gedung SBSN, kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber,  yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si., Plt. Kasi Dikmad Sleman, Hj. Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas Madrasah, Asih Budiati, S.Pd., M.Sc.

Acara yang dipandu oleh Gayatri Kumala ini diawali dengan pembacaan basmalah, kalam Illahi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta lantuan doa.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih dan selamat datang kepada para narasumber. Ia berharap pembinaan ini mampu membawa angin segar untuk semakin meningkatkan kinerja civitas akademika madrasah agar tidak kalah bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Paijo juga melaporkan tingginya animo masyarakat pada penerimaan peserta didik baru tahun ini.

“Jumlah pendaftar mencapai 500-an siswa. Banyak siswa yang terpaksa tertolak, padahal banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di sini. Prestasi yang kita raih selama ini tentu tidak lepas dari arahan Kakanmenag, Kasi Dikmad, dan Pengawas. Untuk itu, kami memohon arahan selanjutnya,” ungkap Paijo.

Inti pembinaan disampaikan oleh Kakanmenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.Si.  Ia  memberikan apresiasi yang atas capaian MTsN 10 Sleman. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah ruh utama untuk membawa kemajuan dan kebaikan madrasah. Kemajuan tersebut tidak hanya berskala internal, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi Menteri Agama mengenai layanan keagamaan yang berdampak.

Nadhif juga mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kondisi saat ini, di mana banyak sekolah lain justru kekurangan murid. Menurutnya, masyarakat memilih MTsN 10 Sleman bukan karena faktor emosional, melainkan karena faktor rasional , prestasi nyata yang ditunjukkan.

“Kita harus bersyukur atas karunia animo yang besar ini. Bersyukur tidak hanya dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan meningkatkan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Input siswa sudah plus, sarana prasarana (sarpras) juga plus. Ini adalah potensi luar biasa yang dimiliki MTsN 10 Sleman,” tegas H. Nadhif. Lebih lanjut, H. Nadhif mengingatkan pentingnya program mandatori seperti program tahfiz dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Sebagai bentuk rasa syukur, madrasah dituntut untuk mempertahankan capaian kognitif sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan keagamaan kepada siswa. Dengan input yang sudah bagus dan proses yang baik, maka refleksi dan evaluasi berkala tetap harus dilakukan.

Di akhir arahannya, Kakanmenag juga mengingatkan terkait pembangunan Zona Integritas (ZI). Ia menekankan bahwa ZI bukan sekadar keinginan stakeholder atau pimpinan, melainkan sebuah kebutuhan institusi yang tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi harus sudah menjadi internalisasi dalam perilaku kerja sehari-hari. (nsw)