Sleman (MTsN 10 Sleman) Bekerja sebagai ASN di madrasah bukan sekadar menyelesaikan tugas dan tanggung jawab administratif. Lebih dari itu, setiap pegawai memiliki peran sebagai pelayan bagi murid, guru, orang tua, dan masyarakat. Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan pembinaan pegawai MTs Negeri 10 Sleman yang dilaksanakan di RM Bebek Galih, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Tata Usaha MTsN 10 Sleman, Ucu Siti Nurhayati, S.Pd.I. Dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, para pegawai diajak untuk kembali merefleksikan peran dan tanggung jawab masing-masing dalam memberikan pelayanan terbaik di lingkungan madrasah.

Dalam arahannya, Ucu menegaskan bahwa keberadaan ASN di madrasah harus memberikan manfaat nyata bagi warga madrasah dan masyarakat. Pelayanan yang baik tidak hanya ditunjukkan melalui kemampuan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga melalui sikap ramah, responsif, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.

“Menjadi ASN berarti siap memberikan pelayanan. Kita harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada murid, guru, dan masyarakat. Karena apa yang kita lakukan di madrasah pada akhirnya bermuara pada pelayanan dan kemajuan pendidikan,” ungkap Ucu.

Pembinaan juga diisi dengan penyampaian dan pembagian job description masing-masing pegawai. Hal ini dilakukan agar setiap personel memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai tugas, kewenangan, dan tanggung jawabnya. Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan koordinasi dapat berjalan lebih efektif dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ibu Ka TU menyampaiakan pembagian tugas bukan sekadar pembagian pekerjaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun rasa tanggung jawab bersama. Setiap pegawai memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung kelancaran layanan dan program madrasah.

Di luar agenda pembinaan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antarpegawai. Suasana santai di RM Bebek Galih membuat komunikasi terasa lebih cair. Para pegawai dapat berbincang, berbagi cerita, sekaligus memperkuat hubungan sebagai satu keluarga besar MTsN 10 Sleman.

Kebersamaan tersebut sekaligus menjadi momen perpisahan dengan Bapak Raden Widodo Mulyono. Suasana haru dan hangat mewarnai kesempatan tersebut. Keluarga besar MTsN 10 Sleman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja sama, serta kebersamaan yang telah terjalin selama beliau menjadi bagian dari keluarga besar madrasah. Perpisahan tersebut menjadi pengingat bahwa tempat kerja bukan hanya ruang untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga tempat tumbuhnya persahabatan, kerja sama, dan kenangan yang akan terus dikenang.

Kegiatan pembinaan pegawai ini diharapkan dapat menjadi penguat semangat seluruh ASN MTsN 10 Sleman untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Dengan tugas yang jelas, komunikasi yang baik, dan kebersamaan yang kuat, seluruh pegawai diharapkan dapat bergerak bersama mewujudkan pelayanan madrasah yang semakin baik. Madrasah yang kuat tidak hanya dibangun oleh program yang baik, tetapi juga oleh orang-orang yang bekerja dengan ikhlas, profesional, dan saling menguatkan. (ucu/ikd)