Sleman (MTsN 10 Sleman)  Di tengah masa liburan siswa, lingkungan MTsN 10 Sleman (Matsesa) tetap produktif asah  kreativitas. Puluhan guru dan pegawai madrasah mengikuti kegiatan workshop membatik yang digelar di area Dom Matsesa pada hari kerja. Kegiatan ini berlangsung  pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan menggandeng perajin profesional dari Eko Batik, Bantul, sebagai instruktur.

Dalam sambutannya, Kepala MTsN 10 Sleman menegaskan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), guru dan pegawai harus tetap berkarya dan memberikan performa terbaik meski siswa sedang libur semester. Workshop ini bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, melainkan sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan seni  civitas akademika.

“Hasil karya dari workshop ini nantinya akan kita jahit dan jadikan sebagai seragam resmi guru dan pegawai MTsN 10 Sleman. Jadi, ada kebanggaan tersendiri karena memakai baju dari hasil keringat dan kreativitas sendiri,” ujar Kepala Madrasah penuh semangat.

Memasuki acara inti yang dipandu langsung oleh Tim Eko Batik, suasana Dom Matsesa berubah menjadi ruang produksi seni. Bapak/Ibu Guru dan pegawai tampak memperhatikan dengan saksama setiap detail langkah pembuatan batik yang disampaikan oleh instruktur. “Dalam membatik, kesabaran memang menjadi kunci utama kesuksesan motif yang dihasilkan, “ujar Eko.

Pihak Eko Batik memaparkan beberapa jenis teknik membatik, mulai dari batik cap, batik kombinasi, hingga batik tulis. Untuk proyek kali ini, MTsN 10 Sleman memilih untuk memproduksi batik kombinasi, yaitu perpaduan antara teknik cap dan teknik tulis pada kain sepanjang 2,5 meter per orang. Eko Batik menambahkan bahwa desain cap telah dirancang oleh Sargiyono, S.Pd. guru SBK MTsN 10 Sleman.

Bahan-bahan yang digunakan dalam workshop ini pun dipilih dari kualitas premium, antara lain: Kain: Menggunakan kain Primisima Super A1 yang dikenal tebal, bertekstur halus, dan nyaman dipakai; Pewarna: Menggunakan pewarna remasol untuk menghasilkan variasi warna yang lebih tajam, modern, dan bervariatif; Sentuhan Akhir (Finishing): Mengombinasikan warna hitam pekat dan variasi warna  elegan untuk menghasilkan motif yang tegas namun tetap anggun.

Peserta terlihat  antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari membuat desain, mengaplikasikan motif melalui cap  malam, dan memadukannya  dengan goresan canting. Tahap pewarnaan, pencelupan  dan finishing dilaksanakan oleh Ti Batik Eko.

Melalui kegiatan ini, Matsesa tidak hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga mempererat kekompakan antarguru dan pegawai lewat goresan pada  selembar kain batik. (nsw)