SLEMAN – (MTsN 10 Sleman) Menjaga lisan bukan sekadar etika selama bulan Ramadan, melainkan prinsip hidup yang harus dipegang teguh setiap hari. Pesan moral inilah yang diangkat oleh siswa kelas 7D MTsN 10 Sleman melalui program Konten Ramadan (Korma) bertajuk “Menjaga Lisan” yang resmi dirilis pada Selasa (17/3/2026).

Video drama pendek tersebut mengangkat realita yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Cerita bermula saat sekelompok siswa asyik membicarakan salah satu kakak kelas di sela waktu istirahat. Di tengah perbincangan yang menjurus pada ghibah (bergunjing), salah seorang siswa bernama Malikha muncul memberikan teguran spontan.

“Astaghfirullah, tidak seharusnya kalian membicarakan dia seperti itu!” seru Malikha dalam salah satu adegan kunci.

Teguran tersebut seketika menghentikan pembicaraan teman-temannya, sekaligus menjadi pengingat bagi penonton agar tidak menyebarkan hal-hal negatif, terutama di bulan suci yang penuh berkah.

Pesan yersebut  diperkuat oleh pernyataan Waka Humas MTsN 10 Sleman, Ika Damayanti, S.Pd.,Si. ia  menekankan pentingnya menahan diri dalam berucap.

“Tidak semua yang kita pikirkan harus diucapkan. Tidak semua yang kita tahu harus dibagikan,” ujar Ika Damayanti lugas. Ia juga mengutip hadis Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Bukhari)

Raiza Islami, salah satu siswa kelas 7D yang terlibat pembuatan konten, mengakui bahwa membuat karya digital memiliki tantangan tersendiri

“Prosesnya lumayan lama. Bagian paling susah itu saat menghafal skrip; kadang-kadang ada yang lupa di tengah jalan,” kenang Raiza sambil menceritakan keseruan suasana syuting di lingkungan madrasah. Pun begitu, akhirnya mereka puas dapat menyajikan konten dakwah yang bermanfaat.

Karya kreatif siswa kelas 7D ini kini dapat disaksikan secara lengkap di akun media sosial resmi MTsN 10 Sleman, mulai dari Instagram, TikTok, YouTube, hingga Facebook. (Ars/Nsw)