SLEMAN (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman melaksanakan upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu ( 2/5/ 2026). Bertempat di Dom Matsesa, upacara diikuti murid, guru, dan pegawai MTsN 10 Sleman dengan petugas upacara pengurus OSIS. Upacara yang dilaksanakan pukul 07.30 hingga 08.30 WIB, dimaksudkan sebagai momentum refleksi pendidikan nasional di lingkungan madrasah. Sebagai wujud cinta budaya, peserta mengenakan baju adat tradisional yang didominasi busana Lurik Gagrak Jawa.

Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan pidato sambutan Kementerian Pendidikan Nasional.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah proses untuk menumbuhkan fitrah dan kodrat manusia sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara yang mengedepankan sistem among, asah, asih, dan asuh,” ujar Paijo, dalam amanatnya.
Inspektur upacara juga menekankan pentingnya sinergi dalam membangun kualitas bangsa. “Selaras dengan visi Presiden Prabowo, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun manusia seutuhnya. Jika negara ini ingin maju, maka jalan utamanya adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikannya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paijo, S.Ag. memaparkan tantangan pendidikan modern, termasuk implementasi deep learning dan percepatan digitalisasi pembelajaran. Ia juga memberikan penekanan keras mengenai keamanan di lingkungan madrasah.
“Kita harus memastikan madrasah kita menjadi tempat yang aman. Diperlukan usaha kolektif dari semua pihak agar lingkungan pendidikan kita benar-benar bebas dari praktik bullying atau perundungan,” imbuhnya.
Menutup rangkaian upacara, ia mengajak siswa untuk menerapkan 7 Pembiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat,dan tidur cepat.
“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita wujudkan generasi yang cerdas dan berkarakter kuat untuk masa depan Indonesia,” pungkas Paijo, S.Ag. mengakhiri sambutannya.(nsw)