Sleman (MTsN 10 Sleman) Upaya penguatan pendidikan tahfiz terus dikembangkan oleh MTs Negeri 10 Sleman melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan berdampak. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan di Hotel Ramada by Wyndham, Sleman, Sabtu (25/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, S.Pd., hadir memberikan pencerahan dengan tajuk  materi “Tahfiz Madrasah Berkhidmat”. Paparan diikuti segenap peserta raker MTsN 10 Sleman  dan segenap tamu undangan

Dalam pemaparannya, Tri Wahyuni menegaskan pentingnya melakukan reorientasi dalam pembelajaran tahfiz, dari yang semula berfokus pada capaian individu menjadi kontribusi sosial keagamaan. Melalui konsep “Strategi Reorientasi Hafalan dari Prestasi Personal Menuju Modal Sosial Keagamaan”, ia mengajak peserta untuk melihat hafalan Al-Qur’an tidak hanya sebagai target akademik, melainkan sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat. Menurutnya, tahfiz harus menjadi jalan pengabdian yang memberi manfaat nyata bagi umat. Ia juga mengingatkan bahwa hafalan yang dijaga melalui murojaah rutin akan lebih kuat dan mudah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Paradigma baru ini menekankan bahwa keberhasilan tahfiz tidak lagi hanya diukur dari jumlah juz yang dihafal, tetapi sejauh mana hafalan tersebut diimplementasikan secara nyata. Hafalan Al-Qur’an kini diposisikan sebagai modal sosial untuk memperkuat peran peserta didik dalam kegiatan keagamaan, seperti menjadi imam, muazin, maupun pengajar TPA. Oleh karena itu, sistem evaluasi pun perlu dikembangkan lebih komprehensif melalui pendekatan penilaian 360 derajat yang mencakup partisipasi aktif, kekuatan adab, karakter, serta keberlanjutan kontribusi khidmat santri di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Guna mendukung implementasi tersebut, diperlukan instrumen evaluasi yang terstruktur, seperti jurnal harian khidmat, verifikasi langsung dari tokoh masyarakat atau pengurus masjid, hingga pemetaan potensi santri agar dapat ditempatkan pada peran yang sesuai dengan bakatnya. Melalui pendekatan ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara hafalan, tetapi juga memiliki kesalehan sosial. Penyampaian materi strategis dalam Raker ini sekaligus mempertegas komitmen MTsN 10 Sleman dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada nilai kebermanfaatan dan pengabdian yang berkelanjutan. [SZH]