Sleman (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Miftkhul Khair , Jumat (6/2/2026). Sebagaimana Jumat yang lalu, salat diikuti oleh guru, pegawai, dan murid. Bertindak sebagai khatib, Exwan Juni Prasetya, S.Phil.I pengampu matapelajaran Quran Hadist. Ia menyampaikan khutbah dengan judul Hindari Perbuatan Zalim Sesama Manusia.
Dalam khotbahnya, Ustaz Exwan menegaskan bahwa Allah SWT melarang keras segala bentuk kezaliman. Zalim bukan sekadar menyakiti fisik, melainkan juga tindakan melintasi batas, merendahkan martabat manusia, hingga merusak alam raya.
“Perbuatan zalim adalah penyebab utama dicabutnya keberkahan dalam hidup kita,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Khatib mengajak jamaah untuk memperbaiki kualitas kemanusiaan dengan merujuk pada Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 90:
{إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ}
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.”
Selain perintah berlaku adil, ayat ini menjadi landasan larangan terhadap penindasan dan permusuhan. Khatib mengingatkan bahwa sikap sombong dan maksiat adalah akar dari kehancuran suatu kaum.
Mengutip Hadis Riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Ustaz Exwan menjelaskan fenomena “Muflis” atau orang yang bangkrut di hari kiamat.
- Definisi Bangkrut: Bukan mereka yang tidak memiliki dirham atau harta, melainkan umat yang datang membawa pahala salat dan puasa, namun juga membawa dosa kezaliman (mencaci, memukul, mencuri, atau membuli).
- Konsekuensi: Pahala kebaikan orang tersebut akan diambil dan diberikan kepada orang yang dizaliminya. Jika pahalanya habis, maka dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya hingga ia dilemparkan ke neraka.
Pada khotbah kedua, khatib mengajak segenap jamaah, untuk meningkatkan takwa dan berhati-hati dalam interaksi sosial.
“Jangan mentang-mentang kita merasa kuat atau berkuasa, lalu kita merendahkan orang lain. Hindari berkata kotor dan menyakiti hati sesama,” pesannya.
Rangkaian salat Jumat ditutup dengan doa bersama agar seluruh keluarga besar sekolah diberikan kekuatan untuk menjauhi sifat zalim dan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. (nsw)