Sleman (MTsN 10 Sleman) – MTsN 10 Sleman terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui rapat evaluasi bersama Tim Pendampingan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026) di Ruang Pertemuan MTsN 10 Sleman. Rapat yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag. Kegiatan diikuti oleh tim pendamping BPKP, Kepala Tata Usaha, bendahara pengeluaran, tim pengelola Program Indonesia Pintar (PIP), staf tata usaha, perwakilan guru, serta wali murid penerima dan nonpenerima PIP.

Dalam sambutannya, Paijo menyampaikan terima kasih kepada tim pendamping BPKP dan para wali murid yang telah hadir. Menurutnya, masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk membantu madrasah memperbaiki layanan pendidikan, sekaligus memastikan pengelolaan bantuan dan anggaran berjalan dengan baik. Ada tiga hal utama yang menjadi pembahasan dalam pertemuan ini, yaitu pelaksanaan PIP, pemerataan layanan pembelajaran, dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Pada pembahasan Program Indonesia Pintar (PIP), tim pendamping menekankan pentingnya memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar memenuhi kriteria. Data penerima perlu dicocokkan kembali dengan data EMIS. Selain itu, komunikasi dengan wali murid, baik penerima maupun nonpenerima bantuan, perlu terus dilakukan agar informasi mengenai penyaluran PIP dapat dipahami dengan jelas. Madrasah juga akan melengkapi dokumen administrasi Tim PIP Tahun 2026 dan membantu wali murid dalam proses administrasi perbankan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah pencairan bantuan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh peserta didik.

Pembahasan berikutnya berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum. Madrasah perlu memastikan bahwa seluruh siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sama, didukung sarana prasarana dan bahan ajar yang memadai, baik dalam bentuk cetak maupun digital. Evaluasi ketercapaian target kurikulum juga akan disusun sebagai bahan untuk melihat hal-hal yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, dalam pengelolaan dana BOS, perhatian diarahkan pada kesesuaian perencanaan dan penggunaan anggaran. Dokumen perencanaan dalam Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) perlu selaras dengan penganggaran pada aplikasi ERKAM Tahun 2026. Administrasi belanja rutin maupun nonrutin juga perlu ditata dengan baik agar sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, bendahara pengeluaran bersama Kepala Tata Usaha akan merapikan dokumen ERKAM, memastikan kesesuaian anggaran, serta melengkapi surat pertanggungjawaban (SPJ). Seluruh pengelola administrasi madrasah juga diminta menyelesaikan perbaikan dokumen pendukung sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi MTsN 10 Sleman untuk melihat kembali pelaksanaan program dan tata kelola madrasah. Evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga bagaimana bantuan pendidikan dimanfaatkan secara tepat dan setiap siswa memperoleh layanan pembelajaran yang layak.

Melalui pendampingan dan masukan dari berbagai pihak, MTsN 10 Sleman berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan, menjaga transparansi, dan mengelola anggaran secara bertanggung jawab demi mendukung pendidikan yang lebih baik bagi seluruh peserta didik. (usn)