SLEMAN  (MTsN 10 Sleman) Menyikapi  kemarau panjang yang menguji ketahanan air di berbagai wilayah, keluarga besar MTsN 10 Sleman menggelar Salat Istisqa berjamaah , Rabu (21/10/2026). Bertempat di halaman  madrasah, kegiatan diikuti oleh guru, pegawai, dan murid MTsN 10 Sleman pukul 07.00 – 07.45.

Salat Istisqa dipandu  oleh Ustaz Muhammad Khusnur Rofiq, S.Ag., pegawai MTsN 10 Sleman, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khotbahnya, Ustaz Khusnur Rofiq mengajak  jamaah untuk bersikap mawas diri dan memperbanyak istighfar. Ia menegaskan bahwa berbagai bencana alam dan kekeringan yang terjadi tidak terlepas dari ulah manusia sendiri, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum ayat 41. “Telah   tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia, “tegas Rofik menyitir ayat AlQuran.

“Hujan sering kali dianggap sebagai karunia yang biasa. Namun, nilai sebuah nikmat baru benar-benar terasa ketika ia ditunda kehadirannya. Melalui Istisqa, kita membasahi lidah dengan istigfar dan memohon ampunan sebelum Allah menurunkan air sebagai rahmat, bukan sebagai bencana,” urainya.

Lebih lanjut, khatib mengingatkan kisah Nabi Nuh A.S. yang mengajarkan umatnya untuk memohon ampunan agar Allah menurunkan hujan yang lebat yang termaktub dalam surat Ar-Ra’d ayat 11. “Marilah kita laksanakan  ikhtiar nyata dan perubahan sikap, sebab Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berusaha mengubah keadaan mereka, “tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat itu ditutup dengan doa bersama.  Koordinator keagamaan Akhmad Anwar Asy’ari, S.Ag mengungkapkan rasa syukur atas lancarnya agenda salat  Istisqa. “Semoga  Allah SWT segera melimpahkan hujan yang membawa keberkahan dan kesegaran bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya, “pungkasnya (nsw).