Kemenag Sleman News (MTsN 10 Sleman) Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, MTsN 10 Sleman menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dan Kokurikuler pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang bertempat di Ruang Kelas Baru SBSN MTsN 10 Sleman ini menghadirkan narasumber, Hj. Anita Isdarmini, S.Pd., M.Hum. (Ketua Tim 1 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY) serta Asih Budiati, S.Pd., M.Sc. (Pengawas Madrasah).

Dalam sambutan pembukanya, Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap gerak zaman. Menurutnya, karakteristik generasi saat ini sudah jauh berbeda dengan generasi terdahulu. “Melalui bimtek ini, saya berharap tenaga pendidik di MTsN 10 Sleman mampu melakukan penyesuaian metode mengajar agar tetap relevan, adaptif, dan senantiasa “nyambung” dengan generasi kekinian, “tegas Pak Paijo.
Memasuki materi inti, Hj. Anita Isdarmini memaparkan bahwa konsep deep learning hadir untuk melengkapi pendekatan yang sudah ada dengan memperkuat karakteristik praktik pedagogi. Pendekatan ini dirancang untuk memuliakan siswa dengan menciptakan suasana belajar yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Penguatan ini mengarah pada keterlibatan aktif, pemanfaatan teknologi digital, multidisiplin ilmu, serta kontekstualisasi materi ke dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan 8 dimensi lulusan madrasah, mulai dari keimanan hingga keterampilan komunikasi.
Lebih lanjut, Anita juga meluruskan esensi regulasi asesmen di madrasah. Ia menegaskan bahwa asesmen tidak boleh sekadar menjadi alat ukur tertulis untuk mengatrol nilai, melainkan harus berpijak pada regulasi resmi dan data riil madrasah untuk mengarahkan siswa pada kesadaran belajar. Terhadap siswa yang belum mencapai ketuntasan, guru diinstruksikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi. “Murid tidak hanya dinilai dengan instrumen tes, melainkan pula dengan nontes sesuai materi, “tegasnya.
Menariknya, sebagai langkah konkret membangun kedekatan sosial, bimtek ini juga memunculkan wacana uji coba program “Satu Hari Tanpa HP” guna meningkatkan kualitas interaksi dan kebersamaan antarsiswa secara langsung di lingkungan madrasah.(nsw)