SLEMAN – (MTsN 10 Sleman) Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan salat Jumat di lingkungan MTsN 10 Sleman pekan ini. Ibadah rutin tersebut menghadirkan salah satu guru madrasah, Insan Yudha Pranata, S. Hum., sebagai khatib. Sementara itu, siswa kelas IX C, Elzash, bertugas sebagai muadzin.
Dalam khutbahnya, Insan Yudha Pranata menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai cerminan iman seorang Muslim. Ia mengangkat tema sentral mengenai perintah bertakwa dan berkata jujur dalam segala situasi, terutama bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Khatib membuka pesan intinya dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 70:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
“Berkata benar atau qaulan sadida bukan sekadar pilihan, melainkan perintah langsung dari Allah bagi mereka yang mengaku beriman,” ujar Insan Yudha di hadapan jamaah yang terdiri dari para siswa, guru, dan pegawai .
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kejujuran bukan hanya berdampak pada hubungan antarmanusia, tetapi membawa keberkahan besar dari sisi spiritual. Hal ini merujuk pada sambungan ayat selanjutnya, yakni Al-Ahzab ayat 71, yang menjanjikan dua keutamaan utama: 1. Perbaikan Amal: Allah akan memperbaiki amalan-amalan hamba-Nya yang jujur; 2. Ampunan Dosa: Allah akan mengampuni dosa-dosa bagi mereka yang senantiasa menjaga perkataan yang benar.
“Jika kita mampu memperbaiki lisan kita dengan kejujuran, maka Allah sendiri yang akan menjamin perbaikan kualitas hidup dan amal ibadah kita,” imbuhnya.
Khutbah ditutup dengan ajakan kepada seluruh siswa MTsN 10 Sleman untuk menjadikan madrasah sebagai tempat melatih kejujuran, baik dalam mengerjakan tugas sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Pelaksanaan salat Jumat berjalan dengan lancar dan tertib, ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh keluarga besar madrasah. (iyp/nsw)