SLEMAN – (MTsN 10 Sleman) Sebuah aksi kemanusiaan inspiratif ditunjukkan oleh rombongan MTsN 10 Sleman dalam perjalanan pulang usai mengikuti ajang Festival Pelajar Muslim Yogyakarta di MAN 3 Sleman, Sabtu (31/1). Bukan sekadar membawa pulang pengalaman kompetisi, mereka justru memberikan teladan nyata tentang kepedulian di jalan raya.

Peristiwa bermula saat rombongan guru dan siswa MTsN 10 Sleman mendapati seorang pria paruh baya yang tengah mengalami kesulitan. Roda gerobak miliknya yang sarat muatan barang berat tiba-tiba patah di tengah jalan. Kejadian tersebut menyebabkan barang bawaannya berserakan dan sempat menghambat arus lalu lintas.

Melihat kondisi tersebut, Insan Yudha Pranata, S.Hum., guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang mendampingi rombongan, langsung berinisiatif mengajak para siswanya untuk turun memberikan bantuan.

Aksi sigap ini diikuti oleh empat siswa yang secara spontan membantu mengevakuasi barang dan menggeser gerobak ke tepi jalan. Keempat siswa tersebut adalah:

  • Raden Susilo (Kelas 8D)
  • Rona (Kelas 8C)
  • Athaya (Kelas 7C)
  • Zivana (Kelas 7B)

“Yang terpenting adalah gerobak tersebut tidak lagi mengganggu lalu lintas dan bapaknya bisa lebih tenang berada di pinggir jalan untuk memperbaiki rodanya,” ujar salah satu anggota rombongan.

Kejadian ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta. Nilai-nilai keislaman yang dilombakan dalam festival sejatinya telah dipraktikkan langsung oleh siswa-siswi MTsN 10 Sleman di lapangan. Jika trofi adalah target kompetisi, maka penerapan karakter rahmatan lil ‘alamin dengan membantu sesama adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Aksi spontan ini pun mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang melintas. Hal ini membuktikan bahwa pelajar madrasah tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.(iyp)