Sleman (MTsN 10 Sleman) Ada yang berbeda dan menarik perhatian dalam pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) memperingati Milad ke-33 MTsN 10 Sleman,  Jumat (23/10/2026). Tak hanya isi bantuannya yang bermanfaat, kemasan sembako yang digunakan pun cukup  menyita perhatian masyarakat. Bingkisan tersebut dibungkus menggunakan galon air mineral bekas ukuran 15 liter yang disulap menjadi tas cantik.

Inovasi ini lahir dari inisiatif Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sarpras) sekaligus guru Seni Budaya MTsN 10 Sleman, Sargiyono, S.Pd. Ia secara khusus merancang dan memproduksi kreasi tas kemasan unik dari galon air mineral bekas untuk mendukung kegiatan baksos tersebut. Melimpahnya limbah galon air mineral di lingkungan madrasah menjadi salah satu alasan untuk melakukan daur ulang.

Sargiyono menjelaskan bahwa langkah kreatif ini diambil sebagai respons nyata terhadap persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan berat di masyarakat. Melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), barang tak terpakai dapat diberikan nilai guna baru.

“Selain menjadi wadah pembungkus sembako pada baksos kali ini, tas dari galon daur ulang ini dapat digunakan kembali (reuse) oleh penerima manfaat. Tas ini bisa dimanfaatkan untuk belanja sehari-hari maupun dijadikan pot tanaman untuk berkebun di rumah,” ujar Sargiyono.

Kiprah Sargiyono dalam dunia daur ulang sebenarnya bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, ia telah mendedikasikan diri untuk memanfaatkan barang-barang bekas. Berbagai ornamen dan hiasan indah hasil kreasinya kini terpampang mempercantik lingkungan madrasah. Dalam kegiatan belajar mengajar pun, Sargiyono konsisten mengajak para siswa untuk mengasah kreativitas menggunakan barang bekas.

Melalui aksi unik ini, MTsN 10 Sleman tidak hanya berbagi kepedulian sosial pada momen ulang tahunnya yang ke-33, tetapi juga memberikan edukasi lingkungan hidup dan inspirasi pemanfaatan limbah plastik secara kreatif kepada masyarakat luas (nsw)