SLEMAN (MTsN 10 Sleman) MTsN 10 Sleman menjadi tuan rumah pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia tingkat MTs se-Kabupaten Sleman, Selasa (20/1/2026). Bertempat di Perpustakaan Darul Ilmi MTsN 10 Sleman, pertemuan 50 guru dari Madrasah Tsanawiyah negeri maupun swasta area Sleman.

Kedatangan peserta disambut langsung oleh Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag, M.Pd., bersama Kepala Tata Usaha, Eliya Fitriyani, S.H., M.A. Dalam sambutannya, Paijo menekankan betapa pentingnya kerja sama lintas madrasah dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. ”Kolaborasi hal yang penting hadapi perubahan zaman, “tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MGMP, Yetty Islamawati, mengajak anggota untuk memaknai forum ini lebih dari sekadar pertemuan formal. “Jadikan MGMP sebagai rumah sendiri, tempat kita bertumbuh, berbagi metode, dan berkembang bersama demi kualitas pembelajaran yang lebih baik,” tuturnya.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Dikmad) Kankemenag Sleman, H. Drs. Tulus Dumadi, M.A. Dalam arahannya, ia menyoroti peran strategis mata pelajaran Bahasa Indonesia terhadap capaian Tes Kendali Mutu (TKA) dan Rapor Pendidikan yang menjadi pilar akreditasi madrasah.
Di tengah tuntutan akademik yang tinggi,guru diharapkan tetap menjaga keikhlasan dan semamgat juang. Tulus Dumadi menyelipkan pesan spiritual yang menyejukkan bagi para guru dengan mengutip nasihat dari ulama kharismatik KH Maimun Zubair, beliau berpesan:
“Mengajar itu hendaknya mengalir saja. Jangan terlalu memaksakan (siswa) untuk cerdas, agar proses transfer ilmu berjalan dengan ketulusan.”
Acara berlangsung lancar. Guru bahasa Indonesia MTsN 10 Sleman Nelly Saraswati, S.Pd. dan Sulistyawati, S.Pd. bahu membahu mempersiapkan acara. Tak kalah penting, MGMP dilengkapi sesi berbagi praktik baik (sharing session), yang dipandu Pembina MGMP Bahas a Indonesia Riyanti yang merupakan Kepala MTs YAPI Sleman. “Mari kita tingatkan komitmen guru Bahasa Indonesia di Sleman untuk terus meningkatkan prestasi, “pesannya.(nsw)