Sleman (MTsN 10 Sleman) Literasi madrasah merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama  untuk menjadikan lingkungan madrasah sebagai komunitas pendidikan yang literat, berkarakter, serta gemar membaca dan menulis. MTsN 10 Sleman mewujudkannya melalui berbagai program,  salah satunya penyusunan antologi. Kali ini, MTsN 10 Sleman menerbitkan antologi pantun yang merupakan karya bersama murid, guru, dan pegawai MTsN 10 Sleman. Penerbitan antologi bertepatan dengan perayaan Milad ke-33 MTsN 10 Sleman sekaligus  peringatan Bulan Bahasa.

Antologi pantun tersebut mengusung tema “Untaian Nasihat dan Hikmah”. Koordinator Literasi MTsN 10 Sleman, Nelly Saraswati, mengungkapkan bahwa antologi pantun ini bertujuan untuk mengasah kreativitas berbahasa.

“Di samping itu, siswa diajak untuk mengasah nilai karakter melalui untaian baris dan bait,” tandas Nelly.

Buku antologi pantun setebal 240 halaman ini memuat karya 400   siswa, guru, dan pegawai, dengan ribuan bait pantun yang tersebar di dalamnya.

Ketua Tim Humas dan Komunikasi Publik Kanwil Kementerian Agama DIY, Bramma Aji Putra, berkesempatan menggoreskan kesan dalam antologi tersebut.

“Melalui karya sastra Nusantara yang sarat akan keindahan rima dan kehalusan budi pekerti ini, MTsN 10 Sleman berhasil mengajak siswa mengasah kreativitas berbahasa sekaligus menyelami nilai-nilai moral, keagamaan, dan karakter terpuji. Semoga terbitnya antologi ini mampu menginspirasi lahirnya karya-karya kreatif lainnya dari lingkungan madrasah, serta semakin memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. Selamat untuk MTsN 10 Sleman,” tulis  Brama  memotivasi.

Senada dengan itu, testimoni juga disampaikan oleh Muhsin Kalida, seorang penulis, pegiat literasi, dan dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Menulis itu tak perlu menunggu mood inspirasi, dia tak akan datang. Karena mood justru akan menyapa jika diciptakan. Penulis hebat bukan karena bakat, tetapi menulis itu sendiri inspirasi terdahsyat,” pesannya. (nsw)