Sleman (MTsN 10 Sleman ). Sejumlah guru madrasah di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Presentasi dan Pelaporan Inovasi Pembelajaran Program Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM) yang dilaksanakan di Perpustakaan Daarul Ilmi MTsN 10 Sleman, Kamis (17/9/2026).

 Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta yang berasal dari MTs Negeri dan Swasta di Kabupaten Sleman yang berada di bawah binaan Pengawas Ibu Asih Budiyati, S.Pd., M.Sc. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru pemula untuk memaparkan hasil pelaksanaan kegiatan selama enam bulan di madrasah masing-masing, khususnya terkait inovasi pembelajaran dan pelaksanaan tugas tambahan.

 Dari MTsN 10 Sleman, tiga guru turut mempresentasikan inovasi pembelajaran yang telah mereka terapkan. Ketiganya adalah Gayatri, guru Bahasa Jawa, yang mengusung inovasi pembelajaran penulisan aksara Jawa menggunakan keyboard pada telepon seluler; Insan, guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dengan inovasi pembelajaran SKI yang menyenangkan melalui observasi situs sejarah Islam lokal; serta Ilham, guru Informatika, yang menghadirkan inovasi berupa pengalaman langsung bagi siswa untuk mengenal dan bersentuhan dengan perangkat CPU, sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui gambar atau penjelasan teoritis.

 Selain dari MTsN 10 Sleman, peserta lainnya berasal dari sejumlah madrasah di Kabupaten Sleman. Mereka antara lain Ari dari MTs Yapi Pakem untuk mata pelajaran Prakarya; Ani dari MTsN 2 Sleman untuk Pendidikan Pancasila; Hasan dan Jatiwi dari MTsN 7 Sleman masing-masing untuk mata pelajaran SKI dan Bimbingan Konseling; Nurul dan Iniyatul dari MTsN 9 Sleman masing-masing untuk Informatika dan Al-Qur’an Hadis; serta Nur Muhayyati dari MTs Darussalam untuk Bahasa Inggris.

 Dalam kegiatan tersebut, setiap peserta memaparkan pengalaman, proses, dan hasil inovasi yang telah dilakukan selama enam bulan di madrasah masing-masing. Insan Yudha Pranata mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut.

“Presentasi tidak hanya menjadi bentuk pelaporan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula Madrasah, tetapi juga menjadi sarana bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, serta wawasan dalam mengembangkan pembelajaran di madrasah, “terang Yudha.

 Pendamping kegiatan, Ibu Asih Budiyati, S.Pd., M.Sc., memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dipresentasikan para peserta. Secara khusus, ia  menyampaikan selamat dan penghargaan atas inovasi yang telah dilakukan oleh guru-guru MTsN 10 Sleman. “Saya berharap  inovasi tersebut tidak berhenti setelah program selesai, tetapi terus dikembangkan dan diterapkan dalam proses pembelajaran, “ pesan Asih.

Lebih lanjut, Asih juga menyampaikan bahwa hasil inovasi tersebut akan dipresentasikan lebih lanjut di hadapan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Bapak Nadhif, S.Ag., M.S.I.

 Dalam arahannya, pengawas Budiasih menekankan kembali bahwa  kegiatan presentasi dan pelaporan inovasi ini tidak semata-mata menjadi sarana untuk menyelesaikan tugas dalam Program Induksi Guru Pemula Madrasah. “Kegiatan ini menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan wawasan antarguru peserta induksi , “pungkasnya. (iyp/nsw)