SLEMAN (MTsN 10 Sleman) Dalam rangka menyambut bulan bahasa dan menggeliatkan program literasi madrasah, MTsN 10 Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Antologi Pantun pada Jumat, ( 11/9/2026) Bertempat di Dom MTsN 10 Sleman, kegiatan ini diikuti oleh murid kelas 7, 8, dan 9 dengan didampingi oleh bapak ibu guru.
Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd., hadir untuk membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia berpesan agar para peserta bersungguh-sungguh mengikuti rangkaian Bimtek sebagai bentuk syukur atas nikmat sehat dan kesempatan.
“Berkaryalah yang baik dan membawa manfaat bagi orang lain,” tegas Paijo kepada peserta yang hadir.
Mengusung tema “Hikmah, Nasihat, dan Karakter dalam Untaian Pantun”, kegiatan ini menghadirkan guru bahasa Indonesia sekaligus praktisi literasi madrasah, Nelly Saraswati, M.Pd., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Nelly mengawali materi dengan menekankan pentingnya melestarikan pantun sebagai karya aseli bangsa Indonesia. Menurutnya, pantun bukan hanya sekadar bentuk kebudayaan lisan, melainkan memiliki fungsi strategis dalam kehidupan sosial.
“Pantun berfungsi sebagai media sarana pergaulan sekaligus media untuk menebar kebaikan dan memperkuat karakter,” urai Nelly di hadapan para siswa.
Sebagai panduan teknis menulis, Nelly turut mereview kembali kaidah penulisan pantun yang baik dan benar kepada para peserta didik. Ia menjelaskan bahwa satu bait pantun idealnya terdiri dari empat baris dengan jumlah 8 hingga 12 suku kata per baris, bersajak akhir A-B-A-B, serta memuat sampiran pada dua baris pertama dan isi pada dua baris terakhir.
Lebih lanjut, Nelly menggarisbawahi bahwa penulisan sampiran dan isi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Keduanya harus mengandung nalar, sebab-akibat, maupun wawasan yang logis agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pembaca.
“Menyusun larik pantun tak sekadar menghitung jumlah suku kata dan persilangan bunyi. Padukan wawasan dan nilai karakter dalam untaian pantun,” tukasnya,
“Terkait program literasi, praktik menulis diharapkan mampu mengasah kemampuan literasi murid, “pungkas Nelly mengaitkan antologi pantun dengan program literasi madrasah. (nsw)