Sleman (MTsN 10 Sleman) Prestasi membanggakan diraih oleh Royyan Az-Dzikra Junus, murid MTs Negeri 10 Sleman. Ia berhasil menyabet gelar Juara 1 cabang lomba sesorah (pidato bahasa Jawa) pada Kompetisi Bahasa dan Sastra tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2026. Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) menggunakan alokasi Dana Keistimewaan DIY ini berpuncak bersamaan dengan gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY). Sebagai bentuk apresiasi, Juara 1 lomba sesorah memperoleh sertifikat dan uang pembinaan Rp3.000.000, 00 dari penyelenggara.

Babak final lomba sesorah jenjang SMP/MTs tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Timur Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (15/9/2026), pukul 08.00–12.00 WIB. Perlombaan ini diikuti oleh 15 peserta terbaik utusan Dinas Kebudayaan dari setiap kabupaten dan kota se-DIY. Ajang ini merupakan tahap lanjutan dari ajang serupa di tingkat kabupaten, yang mana peraih posisi tiga besar berhak melaju mewakili daerahnya ke tingkat provinsi. Rangkaian kompetisi bernuansa budaya ini mengangkat tema “Mengeti Ambal Warsa DIY kaping 271“, dengan tahapan panjang yang dimulai dari pengumuman lomba pada Maret, pengiriman karya video pada Mei, pengumuman hasil video pada Juni, kompetisi secara luring tingkat kabupaten pada Juli, hingga bermuara pada babak puncak September ini. Penilaian karya peserta dilakukan secara intensif oleh dewan juri ahli yang terdiri atas Sulistyowati dari Universitas Gadjah Mada, serta Avi Meilawati dan Galang Prastowo dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Kemenangan Royyan tak lepas dari persiapan matang dan latihan yang konsisten. Sebelum melangkah ke babak provinsi, ia bersama peserta kontingen Sleman lainnya mendapatkan pembekalan dan pendalaman materi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman di SD Muhammadiyah Sleman pada Sabtu (22/8/2026). Sesi pelatihan sesorah tersebut diisi oleh Stefanus Prigel Siswanto atau yang akrab disapa Dalijo Angkring, salah satu juri tingkat kabupaten, yang memberikan masukan teknis mendalam. Ia membenahi cengkok tembang Macapat Pocung yang dibawakan Royyan agar tepat sesuai titi laras slendro, sekaligus menekankan pentingnya keluwesan ekspresi saat tampil di atas panggung. Selain pendalaman materi resmi tersebut, Royyan juga intensif mengasah kemampuannya di bawah bimbingan guru Bahasa Jawa MTsN 10 Sleman, Gayatri Kumala Wardani.
Atas pencapaian manis ini, Royyan mengungkapkan rasa bahagia dan syukurnya seusai pengumuman pemenang. “Saya merasa bangga dapat membawa harum nama madrasah. Pengalaman ini sebagai ajang pembelajaran yang sangat berharga, “ungkap Royyan. Ungkapan syukur senada disampaikan oleh sang pembimbing, Gayatri Kumala Wardani, yang meyakini bahwa gelar juara tersebut sangat pantas didapatkan Royyan.
“Keberhasilan ini merupakan perpaduan antara bakat, kerja keras, serta dukungan doa dari seluruh keluarga besar MTsN 10 Sleman, “ungkap Gayatri bangga. “Ke depan, saya berharap torehan prestasi tingkat provinsi ini dapat menjadi modal berharga bagi Royyan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/MA impiannya, “harap Gayatri di akhir perbincangan (gkw)