Sleman (MTs N 10 Sleman) Semangat untuk terus berbenah dan menghadirkan perubahan positif kembali ditegaskan oleh MTs Negeri 10 Sleman. Bertempat di Perpustakaan Darul Ilmi, Jumat (28/8/2026) pukul 13.30 WIB, dilaksanakan pengumuman dan penetapan Agen Perubahan MTsN 10 Sleman.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah untuk mendorong tumbuhnya inovasi, budaya kerja yang positif, serta semangat perubahan dari dalam lingkungan madrasah. Sebanyak 9 orang kandidat mengikuti proses pemilihan yang terdiri atas 5 guru dan 4 pegawai.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah berpartisipasi. Ia juga memberikan semangat kepada mereka yang belum terpilih agar tidak berkecil hati.“Bagi yang belum terpilih, tetap semangat. Kesempatan untuk melakukan perubahan tetap terbuka bagi kita semua. Bagi yang terpilih, selamat dan semangat untuk membuat perubahan yang nyata di madrasah,” pesan Paijo.
Pengumuman agen perubahan disampaikan oleh Kepala Tata Usaha MTsN 10 Sleman, Ucu Siti Nurhayati, S.Pd.I. Dari hasil penetapan, terpilih lima orang yang akan menjadi Agen Perubahan MTsN 10 Sleman. Dari kategori guru, agen perubahan yang terpilih adalah Sargiyono, S.Pd., Dwi Sofyan Sugianto, M.Or., dan Exwan Juni Prasetya, S.Fil. Sementara dari kategori pegawai, terpilih Surip dan Choirul Haditama.

Para agen perubahan yang terpilih nantinya akan menjalankan program unggulan masing-masing yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan madrasah. Program tersebut tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi diharapkan benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata yang dapat dirasakan oleh warga madrasah.
Kepala madrasah memberikan apresiasi kepada para agen perubahan terpilih sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi agar mereka dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Salah satu agen perubahan terpilih Sargiyono menyampaikan bahwa keberhasilan agen perubahan tidak dapat dilakukan seorang diri. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi seluruh warga madrasah menjadi kunci agar program perubahan dapat berjalan dengan baik.
“Agen perubahan tidak akan bisa melakukan aksinya tanpa bantuan dan kerja sama dari Bapak/Ibu guru dan pegawai semua,” ungkap Sargiyono.
Penetapan agen perubahan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya perubahan yang lebih kuat di MTsN 10 Sleman. Dengan kolaborasi dan semangat bersama, setiap ide baik diharapkan dapat diwujudkan menjadi aksi nyata demi terciptanya madrasah yang semakin maju, inovatif, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga madrasah. (ikd)