Sleman – (MTsN 10 Sleman) Mengisi kemuliaan bulan Ramadan, MTsN 10 Sleman menggelar program Konten Ramadan (Korma) yang berfokus pada syiar hadis dan riwayat Muslim. Dalam kegiatan ini, setiap kelas ditantang untuk memproduksi konten kreatif. Tak terkecuali kelas 7C yang tampil antusias mengusung tema relevan: “Iri Cuma Bikin Rugi”. Korma  7c tayang tepat waktu Selasa (16/3/2026)

Konten hasil karya kelas 7C ini menyoroti fenomena iri hati yang sering menghinggapi kalangan remaja, khususnya remaja putri. Ceritanya berpusat pada seorang siswa yang gemar memamerkan harta benda—seperti HP seri terbaru—kepada teman-temannya.

Menariknya, aksi pamer tersebut tidak membuat teman-temannya merasa rendah diri atau insecure. Mereka justru sadar bahwa dalam Islam, sifat iri dan rendah diri yang berlebihan tidak dibenarkan. Hal ini dipertegas dengan kutipan hadis populer:

“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, dan saling membelakangi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Konten direspon oleh siswa. Juna Hasyir Prabowo, siswa kelas 7C, mengungkapkan bahwa tema ini dipilih karena kedekatannya dengan keseharian siswa. “Menurut saya, topik iri hati ini sangat relevan. Terkadang hal kecil pun, seperti teman mendapat nilai bagus sedangkan nilai kita tidak, sudah bisa memicu rasa iri,” ujarnya.

Senada dengan Juna, Rara Nailah Shafi Prawestri menilai video pendek ini memiliki pesan yang sangat kuat bagi penontonnya. “Videonya menarik dan menginspirasi. Intinya, kita dilarang saling membenci atau membelakangi. Kita harus bersyukur karena Allah masih memberi kita kesehatan, kecerdasan, dan kebahagiaan,” kata Rara.(kpa/nsw)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Iri Hati Cuma Bikin Rugi”: Pesan Bermakna dari Korma Kelas 7C MTsN 10 Sleman

 

Sleman – (MTsN 10 Sleman) Mengisi kemuliaan bulan Ramadan, MTsN 10 Sleman menggelar program Konten Ramadan (Korma) yang berfokus pada syiar hadis dan riwayat Muslim. Dalam kegiatan ini, setiap kelas ditantang untuk memproduksi konten kreatif. Tak terkecuali kelas 7C yang tampil antusias mengusung tema relevan: “Iri Cuma Bikin Rugi”.

Melawan Fenomena Insecure dengan Syukur.

 

Konten hasil karya kelas 7C ini menyoroti fenomena iri hati yang sering menghinggapi kalangan remaja, khususnya remaja putri. Ceritanya berpusat pada seorang siswa yang gemar memamerkan harta benda—seperti HP seri terbaru—kepada teman-temannya.

Menariknya, aksi pamer tersebut tidak membuat teman-temannya merasa rendah diri atau insecure. Mereka justru sadar bahwa dalam Islam, sifat iri dan rendah diri yang berlebihan tidak dibenarkan. Hal ini dipertegas dengan kutipan hadis populer:

“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, dan saling membelakangi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

 

Juna Hasyir Prabowo, siswa kelas 7C, mengungkapkan bahwa tema ini dipilih karena kedekatannya dengan keseharian siswa. “Menurut saya, topik iri hati ini sangat relevan. Terkadang hal kecil pun, seperti teman mendapat nilai bagus sedangkan nilai kita tidak, sudah bisa memicu rasa iri,” ujarnya.

 

Senada dengan Juna, Rara Nailah Shafi Prawestri menilai video pendek ini memiliki pesan yang sangat kuat bagi penontonnya. “Videonya menarik dan menginspirasi. Intinya, kita dilarang saling membenci atau membelakangi. Kita harus bersyukur karena Allah masih memberi kita kesehatan, kecerdasan, dan kebahagiaan,” kata Rara.(kpa/nsw)