SLEMAN (MTsN 10 Sleman) – MTsN 10 Sleman (Matsesa) menyelenggarakan kelas keputrian khusus bagi murid yang sedang berhalangan (haid), sementara murid yang lain didampingi guru dan pegawai melaksanakan ibadah salat Jumat. Kegiatan rutin ini dilaksanakan di ruang Lab IPA MTsN 10 Sleman (06/02/2026). Pengampu keputrian dilaksanakn oleh guru  wanita bergiliran sesuai jadwal yang sudah dibuat oleh koordinator keagamaan.

Materi yang disampaikan kali ini membahas tentang “Adab Pakaian Wanita dalam Islam” oleh Ratna Fitriana didampingi Sri Wahyuningsih. Ia mengawali uraian bahwa Islam mengatur cara berpakaian dengan sebaik-baiknya, untuk laki-laki dan terutama bagi wanita.

Hal itu sesuai firman Allah, “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (An-Nur: 31).

Wanita-wanita muslimah diperintahkan menutupi tubuhnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram, karena terbukanya aurat wanita dan ketelanjangan mereka bisa menyebabkan kerusakan moral.

“Menutup aurat merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh semua muslimah yang sudah memasuki usia baligh yang ditandai dengan datangnya menstruasi atau haid pertama,” terang Ratna.

Kewajiban menutup aurat berkaitan dengan tanggung jawab seorang ayah. “Apabila wanita yang sudah datang haidnya dan dia tidak menutup auratnya, maka dosa tidak hanya ditanggung oleh dirinya sendiri tapi juga oleh ayahnya,” tandas Ratna.

Hal itu dikarenakan seorang ayah dalam Islam memiliki kewajiban untuk membimbing anak-anaknya dalam ketaatan kepada Allah. Dan seorang wanita kelak akan menjadi tanggung jawab suaminya bila sudah menikah.

Selanjutnya, Ratna memaparkan bahwa menutup aurat seharusnya juga bisa membatasi pergaulan dengan lawan jenis. Apalagi di lingkungan madrasah yang heterogen, siswi harus bisa menjaga diri dengan berpakaian yang sesuai ketentuan peraturan.

“Bagi murid putri diwajibkan mengenakan pakaian dalam bentuk celana panjang (legging) agar bisa menjaga auratnya saat naik sepeda motor atau beraktivitas yang dikhawatirkan bisa memperlihatkan auratnya,” tegas Ratna.

Pada kesempatan itu,  Ratna juga menyampaikan agar para murid putri bisa menjaga diri dengan menutup aurat dan berperilaku sesuai ajaran agama. Selain membahas tentang pakaian wanita, ada murid yang menanyakan tentang haid yang melebihi dari kebiasaan. Ratna menjawab secara singkat dan akan dibahas lebih lanjut di pertemuan berikutnya. Keputrian berlangsung hingga salat Jumat usai. (rfd)