Sleman (MTsN 10 Sleman) – Program Konten Ramadhan Matsesa (Korma) memasuki edisi tayang Jumat (27/2/2026). Korma edisi ini merupakan hasil kreativitas siswa kelas IX B dengan mengusung tajuk “Berkata Baik atau Diam (No Toxic)”.

Konten ini menggambarkan suasana kelas yang sedang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Guru memberikan tugas kelompok untuk membuat presentasi PPT menggunakan ponsel. Kebetulan, karena ada tugas di luar sekolah, guru tidak dapat mendampingi siswa secara langsung di dalam kelas.
Pada awalnya, suasana pembelajaran berlangsung kondusif. Murid mengerjakan tugas sesuai instruksi. Namun, beberapa saat kemudian, sekelompok siswa laki-laki memutuskan untuk menunda tugas dan beralih bermain game bersama (mabar). Suasana menjadi riuh saat mereka berlomba mengejar skor. Tanpa sadar, kata-kata kasar mulai terlontar bersahut-sahutan. Terlebih lagi saat ada yang mengalami kekalahan, makian dan teriakan tidak ramah pun tak terelakkan.
Salah satu siswa merasa risih mendengar kata-kata tersebut. Ia mengingatkan bahwa perilaku itu tidak pantas, apalagi dilakukan di tengah ibadah puasa Ramadan.
“Astaghfirullah, enggak boleh berkata jorok,” ucap Ulin yang berperan mengingatkan teman-temannya.
Awalnya, sempat ada penolakan dari rekan-rekannya. Namun, setelah Ulin menjelaskan dengan baik, mereka akhirnya tersadar dan memahami kekeliruan tersebut.
Produksi konten ini merupakan inisiatif bersama siswa kelas IX B di bawah arahan Carissa. “Tidak sulit mengarahkan teman-teman karena sifatnya natural dan mengangkat kegiatan yang sering terjadi sehari-hari,” terang Carissa. Ia mengaku bangga karena teman-temannya kompak membuat konten dengan didukung edit video oleh Fauza Kulla.
Haikal, yang berperan sebagai pemain game dalam konten tersebut, mengaku senang bisa terlibat. “Senang bisa ikut produksi konten kelas kami,” ujarnya.
Insan Yudha, selaku guru pembimbing, menyambut positif karya ini. Ia menilai isi konten sudah relevan dengan hadis tentang larangan berkata buruk.
Senada dengan itu, Ilham Bagoes tim teknis Matsesa, memberikan catatan teknis yang membangun.
“Karya mereka sudah bagus. Meski sedikit keluar dari ketentuan karena menggunakan mode lanskap (bukan potret), konten ini tetap berkualitas dan layak tayang sebagai sarana dakwah digital,” pungkasnya. (nsw)