Sleman (MTs Negeri 10 Sleman) Guru IPA MTsN 10 Sleman yakni Ika Damayanti menghadiri acara Syawalan MGMP IPA MTs se-Kabupaten Sleman yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026. Bertempat di resto Sajian Kembang Turi, Donokerto, Turi, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi para pendidik sains pasca Ramadhan.
Acara inti diisi dengan tausiyah penuh makna oleh Bapak Basuki Sihono. Dalam uraiannya, beliau menekankan bahwa madrasah Ramadhan yang baru saja dilalui bertujuan melatih rasa takut kepada Allah SWT dan mengasah empati melalui ibadah puasa.”Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi menuntut kita merasakan kesusahan orang lain. Di sinilah keadilan sosial dan empati kita terasah secara nyata melalui praktik langsung,” ujar Basuki Sihono dalam tausiyahnya. Beliau juga mengingatkan bahwa puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi pelakunya di hari akhir.
Lebih lanjut, Basuki Sihono mengaitkan nilai-nilai kenabian dengan profesi guru. Beliau berpesan agar para guru meniatkan bekerja sebagai ibadah. “Mengajar IPA bukan sekadar transfer materi atau rumus, melainkan sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan pada murid. Untuk mendapatkan syafaat Rasulullah, kita harus mengikuti sunnahnya, salah satunya adalah dengan mendidik manusia. Jadilah guru yang bisa memberi contoh sekaligus menjadi contoh bagi siswa,” tambahnya.
Ika Damayanti, yang hadir mewakili MTsN 10 Sleman, menyambut positif pesan-pesan tersebut. Menurutnya, sinergi antara ilmu sains dan nilai karakter sangat penting dalam membentuk generasi madrasah yang unggul.
Acara yang berlangsung di suasana asri Turi ini ditutup dengan doa bersama. Kegiatan ini memperkuat soliditas antar-guru IPA se-Kabupaten Sleman untuk terus berkolaborasi dalam memajukan pendidikan di Bumi Sembada. (ikd)

