SLEMAN – (MTsN 10  Sleman) Perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) MTsN 10 Sleman turut serta dalam agenda rutin Pertemuan DWP Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang digelar pada Selasa, 10 Maret 2026. Bertempat di Aula Lantai 3 Kantor Kemenag Sleman, acara ini berisi agenda  Khatmil Qur’an dan siraman rohani.

Hadir sebagai utusan dari MTsN 10 Sleman, Siti Mubarokah, S.Ag., M.P.I. dan Dra. Zumrotul Aslah, M.Pd.I. Keduanya berbaur bersama jajaran pengurus DWP Kemenag Sleman, Ketua DWP unit kerja (MAN/MTsN/MIN), serta Ketua DWP KUA Kapanewon se-Kabupaten Sleman.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua DWP Kemenag Kab. Sleman, Hj. Ultafiyah Nadhif, S.E. Ia  menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya mempererat silaturahmi sekaligus mensyukuri nikmat Ramadhan 1447 H.

“Selain Khatmil Qur’an, DWP Kemenag Sleman aktif mengisi bulan suci dengan kegiatan sosial dan keagamaan seperti muqadaman di Mushalla Al-Ikhlas untuk meningkatkan ketaqwaan kita semua,” ujar Hj. Ultafiyah.

Dalam sesi Khatmil Qur’an yang dipandu oleh KUA Kapanewon Depok. Perwakilan  MTsN 10 Sleman turut turut andil  dalam tadarus bersama: Dra. Zumratul Aslah, M.Pd.I. melantunkan QS. An-Naml (Juz 20); Siti Mubarokah, M.Pd.I. melantunkan QS. Al-Mukminun (Juz 18).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., dalam pembinaannya memberikan pesan mengenai refleksi ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Ia mengisahkan mimpi Thalhah bin Ubaidillah tentang keutamaan umur panjang yang digunakan untuk beribadah, yang nilainya mampu melampaui derajat orang yang mati syahid.

Lebih lanjut, H. Nadhif menekankan tiga poin utama bagi anggota DWP:

  1. Empati Sosial: Menjadikan Ramadhan sebagai madrasah untuk peduli dan berbagi kepada sesama.
  2. Kualitas Shalat: Mengajak anggota meneladani kekhusyukan para sahabat, seperti Ali bin Abi Thalib yang tetap tenang meski anak panah dicabut dari kakinya saat shalat.
  3. Kedisiplinan Beribadah: Mencontoh semangat Sya’ban RA yang istiqomah berjamaah meski jarak rumah jauh, serta Shofyan Asyauri yang selalu hadir sebelum adzan.

Pertemuan diakhiri dengan informasi organisasi, termasuk perolehan infaq sebesar Rp250.000. Untuk pertemuan bulan depan (April 2026), MTsN 10 Sleman  ditunjuk sebagai petugas pelaksana acara.

“Alhamdulillah, kami bisa mengikuti khotmil Quran hari ini. Semoga membawa berkah bagi keluarga besar MTsN 10 Sleman dan Kemenag secara umum,” pungkas Siti Mubarokah usai sesi foto bersama. (smb/nsw)