Sleman (MTsN 10 Sleman) – Guru pengampu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) se-Kapanewon Ngaglik mengikuti kegiatan koordinasi Program UKS Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Puskesmas Ngaglik 1 pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti guru UKS dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA se-Kapanewon Ngaglik, serta dihadiri perwakilan Kapanewon Ngaglik

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Kepala Puskesmas Ngaglik 1, dr. Novi. Dalam sambutannya, dr. Novi menyampaikan sejumlah program UKS yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 melalui kerja sama sekolah dan puskesmas.“Program UKS tahun 2026 difokuskan pada upaya promotif dan preventif agar kesehatan peserta didik dapat dipantau sejak dini. Peran aktif sekolah sangat kami harapkan,” tutur dr. Novi.

Program yang direncanakan antara lain pelatihan dokter kecil (dokcil) bagi siswa SD/MI, skrining kesehatan (CKG) untuk siswa SMP/MTs kelas VIII, tes kebugaran jasmani bagi siswa semua jenjang pendidikan, serta pelaksanaan imunisasi.

Pertemuan ini menghadirkan dua narasumber dari Puskesmas Ngaglik 1. Narasumber pertama, Anjani selaku petugas promosi kesehatan, memaparkan hasil skrining kesehatan siswa di Kapanewon Ngaglik tahun 2025. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah tingginya angka hipertensi pada siswa.“Hasil skrining menunjukkan sekitar 17 persen siswa mengalami hipertensi. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya asupan natrium dari jajanan yang sering dikonsumsi anak-anak,” jelas Anjani.

Sementara itu, narasumber kedua, Eka Pratiwi selaku penanggung jawab kesehatan dan olahraga Puskesmas Ngaglik 1, menyampaikan rencana pelaksanaan skrining kesehatan siswa SMP/MTs yang dijadwalkan pada bulan April 2026.“Kami berharap sekolah dapat mendukung penuh pelaksanaan skrining kesehatan agar hasilnya optimal dan dapat ditindaklanjuti,” ungkap Eka Pratiwi.

Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan UKS di sekolah dan madrasah se-Kapanewon Ngaglik tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan demi meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. (ssm)