Sleman (MTsN 10 Sleman) – Persatuan Orang Tua Murid dan Guru (POMG) kelas sembilan C , MTsN 10 Sleman mengawali semester genap ini dengan mengadakan pertemuan dan pengajian. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dua bulanan yang telah diadakan sejak kelas tujuh. Pertemuan kali ini diadakan di rumah makan milik salah seorang wali murid dan diisi dengan tausiyah dari seorang wali murid yang juga seorang ustadz, yakni  Ustadz Mukmin Siga, S.Pd., , Sabtu (10/01/2026)

Ustaz Mukmin  bahwa ada tiga doa yang pasti dikabulkan Allah, yakni:

  1. Doa orang tua kepada anaknya
  2. Doa orang yang berpuasa
  3. Doa orang yang dalam perjalanan.

Dan ada tiga pahala yang terus kita dapatkan walau sudah meninggal, yakni:

  1. Sedekah jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak yang sholih dan mendoakan orang tua

Dalam kesempatan ini, Ustaz  Mukmin menyampaikan bahwa prestasi harusnya diraih oleh setiap anak sekecil apa pun itu. “Tentu saja prestasi dibarengi dengan usaha dan doa, prestasi adalah hasil yang diraih karena kerja keras seseorang ataupun kelompok, “tegasnya.

Menyitir dari Surat Al-Mujadilah Ayat 11; Allah memerintahkan orang beriman untuk memberi kelapangan dalam majelis dan berdiri jika diminta, niscaya Allah akan mengangkat derajat mereka yang beriman dan berilmu pengetahuan, serta Allah Maha Mengetahui perbuatan mereka.

Disampaikan juga Surat Al-Hasyr ayat 18, yang intinya adalah kita bertakwa kepada Allah dan melakukan introspeksi diri atas segala amal perbuatan yang kita lakukan, baik dalam ketaatan maupun kemaksiatan (muhasabah) serta membuat perencanaan untuk yang akan datang.

Dalam Surat Ali Imron ayat 190-191 dikatakan tentang kebesaran Allah SWT yang tertuang dalam penciptaan langit, bumi, dan pergantian malam-siang, sebagai tanda bagi orang-orang yang berakal. “Ayat ini memerintahkan manusia untuk selalu berzikir (mengingat) Allah dalam segala kondisi (berdiri, duduk, berbaring) dan bertafakur (merenung) atas ciptaan-Nya, menyimpulkan bahwa tidak ada ciptaan-Nya yang sia-sia, dan memohon perlindungan dari siksa neraka, “urainya lebih lanjut.

Pertemuan kali ini tidak hanya dihadiri oleh orang tua wali murid, untuk pertama kalinya anak-anak kelas 9C ikut bersama orang tua mereka. Mereka menyimak dengan khusyuk apa yang disampaikan Ustadz Mukmin. Hal ini juga merupakan penguatan mental bekal mereka yang akan menghadapi ujian Pemantapan Persiapan Tes Kemampuan Akademik Daerah (PPTKAD) mulai Senin–Rabu, 12–15 Januari 2026.

Diharapkan anak tidak mengalami frustrasi atau kekecewaan yang akan menimbulkan rasa tidak termotivasi dan merasa putus asa. Maka anak-anak harus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak menyontek, dan jujur. Hal ini penting disampaikan pada orang tua dan anak-anak, karena semakin tinggi yang ingin diraih maka makin tinggi tingkat frustrasinya jika gagal.

“Oleh karena itu persiapan yang matang harus dilakukan, belajar dengan tekun, meningkatkan ibadah, doa orang tua yang meridai setiap langkah anak-anaknya pun sebaliknya anak mendoakan orang tua dan selalu bersikap sopan santun, “tegas Ustaz Mukmin.

Mengakhiri uraian Mukmin mengingatkan apabila anak-anak ada masalah, segera cari akar masalahnya, ekspresikan perasaan pada orang yang terpercaya (dalam hal ini orang tua dan guru sangat berperan). Atur stres dengan berolahraga dan memperbaiki pola pikir. Jika diperlukan cari bantuan pada ahlinya (psikolog atau psikiater).

“Pertemuan seperti ini bagus dilakukan untuk menjembatani antara orang tua, anak, dan pihak madrasah yang diwakili oleh wali kelas. Semoga hal ini bisa berlanjut dan dilakukan oleh setiap kelas,” demikian ungkap Ratna Fitriana selaku wali kelas 9C.

Acara berlanjut dengan tanya jawab, kuis yang dilontarkan wali kelas untuk anak-anak berkaitan dengan isi tausiyah saat itu. Dan semakin meriah dengan adanya door prize bagi orang tua dan anak yang bertanya dan bagi mereka yang menjawab pertanyaan kuis.

Sesi berakhir dengan foto bersama dan mengucapkan yel “Sembilan C, Prestasi Yes, Frustrasi NO!” (rfd)