SLEMAN (MTsN 10 Sleman )Tiga Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari MTs Negeri 10 Sleman, yakni Gayatri Kumala Wardani, Insan Yudha Pranata, dan Ilham Bagoes Tripoetra, resmi mengikuti Program Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM) Batch 2. Kegiatan yang bertujuan untuk mencetak pendidik profesional ini diselenggarakan di Aula Lantai 3 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman pada Selasa (10/02/2026).

Program PIGPM Batch 2 ini diikuti oleh 20 guru pemula dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA), baik dari instansi negeri maupun swasta di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sleman. Melalui program ini, para guru diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap budaya kerja Kementerian Agama serta meningkatkan empat kompetensi utama: profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.

Acara dibuka dengan khidmat yang ditandai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Madrasah, disusul dengan sambutan dari Drs. H. Daryono, M.Pd. Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan wawasan mendalam mengenai pentingnya memiliki pola pikir bertumbuh (growth mindset) yang disampaikan oleh Nur Wahyudin Al Aziz, M.Pd. Selain itu, Zumaroh Nazulaningsih, M.Si., turut memaparkan materi terkait profil guru ideal serta kriteria inovasi dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Memasuki sesi kedua, fokus bahasan beralih pada aspek pendekatan pembelajaran. Asih Budiati, S.Pd., M.Sc., dan Dra. Ida Uswatun Hasanah, M.Pd., menyampaikan materi mengenai implementasi kurikulum berbasis cinta serta metode pembelajaran mendalam (deep learning). “Pendekatan ini menekankan pada sisi humanis dan pemahaman konsep yang kuat bagi peserta didik di madrasah, “ujar Ida Uswatun..

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para peserta diwajibkan untuk segera melapor kepada Kepala Madrasah masing-masing untuk koordinasi penunjukan guru pamong. Langkah selanjutnya mencakup proses pembimbingan intensif, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang inovatif, praktik mengajar, pelaksanaan tugas tambahan, hingga penyusunan laporan akhir pelaksanaan PIGPM sebagai bentuk pertanggungjawaban profesionalisme guru.

Gayatri Kumala Wardani peserta PIGM dari MTsN 10 Sleman mengaku terkesan dengan kegiatan tersebut. “Tugas cukup menyita waktu, tetap bermanfaat untuk memperkuat skill pembelajaran, “kesannya. “Kami lebih memahami kurikulum terbaru, “sambung Ilham  dan Insan Yudha senada.  (gkw)