Sleman (MTsN 10 Sleman) – Suasana hangat dan antusias menyelimuti para guru Bahasa Arab Kabupaten Sleman dalam pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Mereka berkumpul untuk belajar bersama dengan tema “Digitalisasi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Bahasa Arab”. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran ini diselenggarakan di MTsN 5 Sleman pada Selasa (20/01/2026). MTsN 10 Sleman turut hadir dengan mengutus guru Bahasa Arab, Dra. Zumrotul Aslah, M.Pd.I.
Acara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, Kepala MTsN 5 Sleman, Busyroni Majid, M.Si. Ia mengucapkan sugeng rawuh kepada seluruh peserta MGMP. Dalam forum tersebut, beliau mengimbau agar seluruh guru aktif mengikuti MGMP guna menjalin silaturahmi antar-guru mata pelajaran. Beliau berharap MGMP dapat disengkuyung (didukung) bersama. Selain itu, guru diingatkan untuk tetap menggunakan LMS/e-learning ketika meninggalkan kelas guna meminimalisasi jam kosong.
Zumrotul Aslah, mewakili pengurus MGMP, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum berbagi ilmu, tetapi juga sebagai ajang memperkuat silaturahmi. “Dengan adanya kegiatan ini, guru Bahasa Arab diharapkan mampu menyusun strategi pembelajaran menggunakan AI untuk pembelajaran interaktif, serta praktik langsung membuat asesmen berbasis aplikasi digital. Hal ini bertujuan agar asesmen lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” tegas Zumrotul.
Suhaemin, S.Pd.I., dalam pengantarnya memaparkan bahwa perbedaan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif terletak pada tujuan serta waktu pelaksanaannya. “Asesmen diagnostik dilakukan di awal tahun ajaran, seperti tes Iqro, untuk merancang strategi pembelajaran Bahasa Arab yang sesuai dengan kondisi awal siswa,” ujar Suhaemin. Sementara itu, asesmen formatif bertujuan memantau kemajuan belajar dan memberikan umpan balik segera, seperti post-test. Adapun asesmen sumatif dilakukan setelah satu bab selesai, misalnya bab As-Sa’ah, untuk menilai pencapaian akhir siswa terhadap suatu kompetensi (ASAS/Asesmen Sumatif Akhir Semester).
Materi utama disampaikan oleh Abdul Muksit Al Ahya, S.Pd.I. (Guru Bahasa Arab MTsN 4 Sleman). Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang cepat, kemampuan adaptasi guru sangatlah penting. “Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi, terutama AI, dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa,” terang Abdul Muksit.
Ia memaparkan manfaat teknologi AI sebagai alat bantu efisiensi tugas, seperti pembuatan soal asesmen. Para guru diperkenalkan cara membuat instrumen penilaian dengan bantuan AI, khususnya melalui ChatGPT, Gemini, Microsoft Copilot, dan Magic School.
Ia menekankan bahwa AI hanyalah alat yang mempermudah tugas, bukan pengganti peran guru. AI berfungsi mempercepat penyusunan administrasi dan menunjang kreativitas. “AI akan sulit menggantikan peran guru dalam membentuk karakter. Sentuhan tangan para guru yang mengajar dengan penuh dedikasi tetaplah yang utama,” tambahnya.
Zumrotul Aslah menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan ini. “Pemanfaatan AI meningkatkan literasi digital kami dalam menjawab tantangan zaman dengan percaya diri. Kami pun lebih siap membimbing siswa mempersiapkan masa depan dengan kecakapan digital,” ungkapnya.
Selepas pemaparan teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik membuat asesmen dengan bantuan AI yang didampingi langsung oleh narasumber. (ZA)