SLEMAN  (MTsN 10 Sleman)  Guna memantapkan persiapan mental siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), MTsN 10 Sleman menggelar Achievement Motivation Training (AMT) di Dome madrasah setempat, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan motivator nasional sekaligus Pengawas Madrasah Sleman, Nur Wahyudin Al Aziz, M.Pd.

Acara yang dipandu oleh MC Insan Yudha Pranata ini diawali dengan lantunan tilawah Al-Qur’an . Sebanyak 126 siswa kelas IX mengikuti pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB.

Kepala MTsN 10 Sleman, Paijo, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengajak siswa untuk menghadapi ujian dengan ikhtiar maksimal, tanpa meninggalkan rasa tenang. “Anak-anak, ikutilah motivasi ini dengan fokus. Buktikan cinta kalian kepada madrasah dengan hasil membanggakan. Jangan merasa sudah tahu, tetapi ikuti dan praktikkan trik dari Pak Aziz karena ujian sudah sangat dekat,” tegas Paijo.

Memasuki sesi inti, Nur Wahyudin Al Aziz menggebrak mental siswa dengan mengusung tema “Auto Suggestion Power” (ASP). Aziz menekankan bahwa kunci sukses menghadapi ujian adalah motivasi dan keyakinan diri yang kokoh.

“Allah bekerja dengan logika bahwa tidak ada keberhasilan tanpa usaha. Namun, Allah juga berfirman dalam Hadis Qudsi bahwa Dia sesuai dengan persangkaan hamba-Nya. Jika kalian yakin bisa dan mau berusaha, maka jalan sukses akan terbuka,” ujar Aziz menyemangati peserta.

Aziz mengibaratkan melatih otak layaknya aktivitas nge-gym; otak akan berkembang pesat jika terus diberi beban latihan yang tepat. Sebaliknya, ia mengingatkan siswa untuk menghindari faktor kegagalan, seperti tujuan yang tidak jelas, merasa mustahil, hingga hilangnya fokus.

Sebagai bentuk komitmen nyata, para siswa diminta menuliskan target nilai yang ingin dicapai. Target tersebut dikunci dengan “Pakta Integritas” pribadi yang mencakup kesiapan belajar rutin, membatasi penggunaan game dan TV, bangun pagi tepat waktu, serta patuh pada tata tertib madrasah.

Melalui berbagai tayangan dan kisah inspiratif, Aziz berpesan agar siswa mampu mengambil pelajaran dari kisah sukses orang lain. “Kalian bukan meniru persis jalan hidup mereka, melainkan memodifikasinya sesuai kondisi masing-masing. Optimislah, karena Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Jangan malas dan ceroboh agar perjuanganmu tidak berakhir sia-sia,” tegasnya.

“Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Di mana ada kemalasan, di situ ada alasan. Prestasi luar biasa tidak bisa diraih dengan cara-cara yang biasa saja,” pungkas Aziz menutup sesi motivasi . (nsw)