SLEMAN (MTsN 10 Sleman) Keluarga besar MTsN 10 Sleman menyelenggarakan pengajian rutin sekaligus Halalbihalal Hari Raya Idulfitri 1447 H, Sabtu (28/2/2026). Bertempat di Dome MTsN 10 Sleman, acara ini dihadiri oleh segenap guru, pegawai, beserta keluarga dan putra-putri mereka.

Acara yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.30 WIB ini menghadirkan Ustaz Fachrudin, M.A. sebagai penceramah hikmah Idulfitri.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 10 Sleman menyampaikan harapan agar ibadah yang dijalankan selama Ramadan diterima oleh Allah SWT. Ia juga mengajak keluarga besar madrasah untuk menjadikan momen ini sebagai titik balik perbaikan diri.

“Semoga kita semua diberikan umur yang panjang untuk menjumpai Ramadan tahun depan. Mari saling memaafkan agar langkah kita ke depan lebih baik lagi, baik dalam urusan dunia maupun akhirat,” ungkapnya.
Ikrar Syawalan dipandu oleh Gayatri Wardani. Poin demi poin ikrar ditirukan serentak oleh hadirin, sebagai simbol saling memaafkan. “Dengan ini kami menyatakan saling meminta dan memberi maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan, “ucap Gayatri.
Mengawali tausiyahnya, Ustaz Fachrudin, M.A. memberikan analogi menarik tentang keberhasilan puasa melalui tamsil metamorfosis ular dan ulat.
Puasa Ular: Ular berpuasa hanya untuk berganti kulit agar tampak muda, namun karakter, perilaku, dan makanannya tetap tidak berubah—tetap melata dan berbahaya.
Puasa Ulat (Kupu-Kupu): Ulat melalui proses kepompong (puasa) untuk bertransformasi total. Ia berubah menjadi kupu-kupu yang indah, hanya mengonsumsi yang mulia (madu), dan tidak merusak dahan yang ia pijak.
“Pertanyaannya, apakah puasa kita kemarin hanya seperti ular yang sekadar ganti kulit, atau kita berhasil menjadi ‘kupu-kupu’ yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar?” tanya Ustaz Fachrudin retoris.
Lebih lanjut, Ustaz Fachrudin memaparkan tentang pentingnya menebar salam (Afshussalam bainakum). Ia menjelaskan bahwa kalimat “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh” bukan sekadar ucapan, melainkan sebuah kontrak keselamatan yang meliputi lima aspek
- Hifdzuddin (Menjaga Agama): Saling menghormati perbedaan agama.
- Hifdzun Nafs (Menjaga Jiwa): Komitmen menjaga keselamatan nyawa sesama.
- Hifdzul Aql (Menjaga Akal): Larangan miras dan zat perusak akal. Ia mengisahkan seorang pemuda yang terjebak miras; berawal dari mabuk, ia kehilangan kesadaran hingga melakukan pembunuhan dan zina.
- Hifdzun Nasab (Menjaga Keturunan): Menjaga kehormatan keluarga dan menjauhi perzinaan.
- Hifdzul Maal (Menjaga Harta): Menjamin keamanan hak milik orang lain di sekitar kita.
Menutup kajiannya, ia menekankan bahwa salam mengandung doa akan Rahmat dan Berkah. Berkah (Ziyadatul Khair) adalah bertambahnya kebaikan. Sesuai janji Allah, iman dan takwa adalah kunci turunnya berkah dari langit dan bumi. Mengakhiri tausiah, Ustaz Fachrudin memimpin jamaah melangitkan doa memohon rahmat dan kebaikan.
Selanjutnya, hadirin melaksanakan prosesi jabat tangan seraya diiringi lantunan selawat. Acara yang dipandu Sargiyono, S.Pd diakhiri dengan ramah tamah dan santap siang bersama (nsw)